Selasa, 17 November 2015

a question for ourself

a question for ourself
55 x 55 x 55 cm
 iron, razor wire and polyester

an abstract symbolic sculpture that tells about friendship.
the problems that are present in a relationship of friendship symbolized by the presence of cracks in the inner spehere and the use of razor wire.
iron material on the statue is a symbol of friendship remains strong even through there exists a lot of problems in the relationship.

100805


100805
55 x 8 x 55 cm
akrylik and Polyester

we are in a solid bond, family..
remain united despite many problems come and go..
but one of us gone ... forever..
hurt, sad, empty, invisible.. 
only memories are left but we still in a strong bond..

an abstract symbolic sculpture that tells of human life. where human beings have a strong bond within the family.
symbolized the bond that exists in the form of a circle divided by the line.
a figure that has gone symbolized by a transparant acrylic material.

..hanya sebuah penyesalan..

akhirnya aku hanya akan diam..
dan hanya akan melihat mu dari jauh..
ketika karma datang dan memeluk mu erat..
karma untuk semua sikap mu yang menyakiti ku..
karma untuk semua perkataan mu yang membuat rasa percaya ku padamu sirna..
karma untuk semua keegoisan mu yang mengecewakan ku..
dan pada akhirnya kita akan saling membenci..

Kamis, 25 Juni 2015

waktu



jika waktu dapat berbicara..
mungkin dia akan berkata kepada ku "apa kabar??"
dan aku hanya terdiam karena aku tak tahu harus berkata apa..

tapi pada akhirnya aku berkata "tak bisakah kamu berjalan mundur??"
karena banyak hal yang telah kulalui dan aku menyesalinya..

dan dia hanya berkata "yakin??"



Jumat, 01 Agustus 2014

terimakasih




tujuh tahun berlalu
enam tempat aku singgahi untuk berbagi ilmu
ribuan jiwa aku belajar untuk memahaminya
ribuan kreatifitas diciptakan bersama

tujuh tahun berlalu
beragam cerita telah tercipta
beragam rasa telah dirasakan
beragam perjalanan telah dilalui

tujuh tahun berlalu
lelah mulai terasa
jemu mulai melanda
tiba saatnya untuk berhenti

tujuh tahun berlalu
terimakasih smuanya
untuk cerita, curhat, amarah, tangis, tawa, kreatifitas dan semangArt kalian
untuk menjadi bagian dari cerita kehidupan ku
terimakasih, Gbu :)

Kamis, 19 Juni 2014

sahabat

dahulu berbagi cerita adalah hal yang sangat mudah kita lakukan
tapi kini...untuk memulai perbincangan adalah hal yang sulit kita lakukan

dahulu berbagi rahasia terdalam adalah hal yang wajib kita lakukan
tapi kini...untuk menceritakan kerisauan sesaat adalah hal yang sungkan kita lakukan

dahulu saling menasihati adalah hal yang biasa kita lakukan
tapi kini...untuk bercanda adalah hal yang aneh kita lakukan

sahabat...
apakah kesibukan kita yang mengakhiri kebersamaan kita??
apakah ego yang membuat “kita” menjadi “elu” dan “gue”??
apakah waktu yang mengambil semua cerita itu??

sahabat...
masih bisakah kita menjalin mimpi tentang persahabatan??
masih bisakah kita menciptakan perjalanan yang penuh cerita dalam persahabatan??
masih bisakah...??

sebelum waktu akhirnya memisahkan kita untuk selamanya...

Sabtu, 01 Maret 2014

story no #1?

jiwaku dan otakku berdiam diri, tak bersuara, hening, tak berkata-kata, speechless
sementara diriku sibuk berkata-kata, tak berdiam diri, marah-marah
kemudian diriku mengalihkan perkataannya, marah-marahnya ke jiwaku dan otakku
tapi jiwaku dan otakku tetap tak bergeming dari keberdiam dirinya dan keheningannya
sampai akhirnya diriku merasa lelah dari perkataannya dan marah-marahnya
jiwaku, otakku dan diriku akhirnya berdiam diri, tak bersuara, hening
hingga akhirnya jiwaku berkata kepada diriku yang tak bersuara, tak bergeming
" kamu kok sekarang emosian sih?? kamu sekarang udah tidak seasik yang dulu.."
otakku hanya mengangguk tanpa bersuara, tanpa berkata-kata
............
jiwaku, otakku dan diriku diam, hening, tak bersuara, tak bergeming...
mereka sedang sibuk dengan pemikirannya untuk memperbaiki diriku yang sudah ga asik ini....


ps : sudah lama tidak bikin cerita ini, jadi lupa ini udah cerita yang keberapa, akhirnya dikasih kode "?" :D